Senin, 01 Juni 2015

Pancasila dan Generasi Pancasilais

Pancasila dan Generasi Pancasilais
Oleh: Aminuddin
artikel ini sebelumnya telah dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat, edisi 3 Juni 2014
Setiap tanggal 1 Juni diperingati hari pancasila. Pancasila tidak sekedar pidato atau sebagai bagian dari lima bait yang dihafalkan ketika masih di Sekolah Dasar (SD) sebagai menu upacara. Pancasila lebih berorientasi pada pemahaman, pendalaman, dan digali sebanyak-banyaknya agar lahir generasi-generasi baru yang berkarakter pancasila.

Perayaan dan seremonial bukanlah tujuan utama dari lahirnya pancasila sebagai dasar negara. Pancasila semestinya dijadikan platform untuk mengarungi kehidupan bangsa ini, sehingga kandungan dan nilai-nilai luhur pancasila terpateri dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila adalah jati diri dan sari pati bangsa ini. Nilai-nilai pancasila mampu menyatukan berbagai ragam perbedaan, agama, ras, budaya, dan lain sebagainya. Pancasila sebagai dasar negara yang religius dan kebangsaan. Yudi Latif (dalam Bandung Mawardi, 2012) menjelaskan bahwa mekanisme dan ritus Pancasila memuat sejarah, doa, politik, tubuh, waktu. Historisitas mengartikan peran Sukarno identik dengan arus religius dan kebangsaan